Mahasiswa KKN Undip Optimalkan Literasi Anak melalui Cerita

Dipublikasikan oleh: Staff Sekolah | Kategori: Informasi Kegiatan

Mahasiswa KKN Undip Optimalkan Literasi Anak melalui Cerita
Gambar di atas ditampilkan utuh sesuai aspek rasio asli dokumen (Anti-Crop).

Kab.Wonogiri, 20 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan program “Optimalisasi Literasi Digital dan Konvensional melalui Cerita Anak” bagi siswa kelas 4, 5, dan 6 di SDN 2 Bumiharjo, Desa Bumiharjo, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri. Program yang berlangsung selama dua minggu tersebut mengintegrasikan literasi digital dan konvensional dengan aktivitas membaca cerita anak serta pendampingan siswa dan orang tua.
Program ini dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama berfokus pada literasi digital yang dilaksanakan pada Selasa (21/7) untuk siswa kelas 4 dan Kamis (23/7) untuk siswa kelas 5 dan 6. Pada tahap ini, siswa diajak mengenal dan memahami bahan bacaan digital melalui cerita anak dengan pendampingan mahasiswa KKN.
Tidak hanya membaca, siswa juga diberikan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) sebagai bagian dari kegiatan literasi. LKPD digunakan untuk membantu siswa memahami isi cerita, mengolah informasi yang diperoleh, serta menuangkan kembali pemahamannya melalui aktivitas yang disesuaikan dengan materi.
Kegiatan kemudian dilanjutkan pada minggu kedua dengan sesi literasi konvensional. Siswa kelas 4 mengikuti kegiatan pada Selasa (28/7), sedangkan siswa kelas 5 dan 6 mengikuti kegiatan pada Kamis (30/7). Berbeda dari minggu sebelumnya, siswa diarahkan untuk memanfaatkan koleksi buku yang tersedia di perpustakaan sekolah. Mereka memilih dan meminjam buku untuk dibaca sebagai bagian dari pembiasaan literasi berbasis bahan bacaan fisik.
Integrasi kedua pendekatan tersebut menjadi bagian penting dalam program. Siswa tidak hanya diperkenalkan pada aktivitas membaca melalui media digital, tetapi juga didorong untuk kembali berinteraksi dengan buku fisik. Dengan demikian, kegiatan literasi diarahkan agar siswa memiliki pengalaman membaca melalui dua bentuk media yang berbeda.
Pendampingan juga diperluas hingga ke lingkungan keluarga. Selama program berlangsung, setiap siswa mendapatkan LKPD yang harus diisi secara rutin selama enam hari. Orang tua siswa turut dilibatkan melalui lembar pemantauan yang juga harus diisi selama enam hari. Lembar tersebut digunakan untuk memantau keterlibatan siswa dalam menjalankan aktivitas literasi di rumah.
Dengan adanya keterlibatan orang tua, kegiatan literasi tidak berhenti ketika sesi bersama mahasiswa KKN selesai. Siswa tetap diarahkan untuk melanjutkan aktivitas membaca dan mengisi LKPD di rumah, sementara orang tua berperan dalam mengawasi serta mendampingi proses tersebut.
Program yang melibatkan [nama mahasiswa/program studi jika ingin dicantumkan] ini diharapkan dapat membangun kebiasaan membaca secara bertahap pada siswa. Integrasi literasi digital, literasi konvensional, serta pendampingan orang tua menjadi upaya untuk menciptakan kegiatan literasi yang tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga dapat diterapkan dalam keseharian siswa.
Melalui program “Optimalisasi Literasi Digital dan Konvensional melalui Cerita Anak”, mahasiswa KKN Undip berupaya menghadirkan kegiatan membaca yang lebih dekat dengan dunia anak sekaligus mendorong keterlibatan sekolah dan keluarga dalam membangun budaya literasi.
Penulis/Reporter: Aisyah Nurmah Latifah
Fotografer: Afrida Syifa Nerazzuri
Kelompok KKN: Tim II KKN UNDIP Desa Bumiharjo

Dokumentasi Kegiatan Tambahan