Nego kepada Laboulaye

admin_simba Guru Pengajar
23 June 2026, 20:30 WIB
Sampul Artikel
Oleh : Anang Susanto, M.Pd. Kebebasan, kembali menjadi diskusi Di media sosial, di warung warung cangkrukan Sampai di hotel hotel elit berbintang... Saya merasa awam tentang kebebasan. Bahkan sampai hari ini saya masih bingung apa bedanya freedom dan liberty. Pikiran tentang kebebasan yang saya ingat hanya lah pesan guru saya dulu ketika masih madrasah Hurriyatul mar'i mahdudatun bihurriyah ghairihi Kebebasan seseorang, dibatasi oleh kebebasan orang lain... Katakanlah manusia hidup di hutan, manusia akan terbatas oleh aturan yang ada di dalam hutan. tidak otomatis bebas dari terkaman binatang buas di dalamya. Bahkan potensial kesulitan lolos dari ancaman gigitan nyamuk. Singkatnya, bagi saya, kebebasan oke. tapiii....kebebasan yang bertanggung jawab. Sampai hari ini, saya terus sebisa mungkin menjalani hidup dengan kesadaran bahwa semua itu ada batasannya. Keluar rumah berangkat kerja, kita diberi kebebasan memilih kendaraan, tapi kebebasan memakai kendaraan dibatasi oleh tata tertib lalu lintas dan tenggang rasa sesama pengguna jalan. Kita bisa saja punya uang, beli sound system horeg. pergi ke rumah menyalakannya. akan tetapi kebebasan kita memutar lagu horeg terbatas oleh tetangga kita yang sedang sakit gigi atau punya dedek bayi yang waktunya istirahat. Tiba-tiba saja saya berkhayal... Anda pasti tahu patung liberty kan? Ide patung tersebut, datang dari Edouard Rene De Laboulaye, Ahli hukum dan sejarawan Prancis. Patung ini adalah hadiah kepada Amerika terhadap usia kemerdekaan yang ke 100. Hadiah ini dimaksudkan agar hubungan antar dua negara tersebut semakin erat sekaligus merayakan cita-cita kebebasan keduanya. Untuk mewujudkan idenya, Laboulaye menghubungi pematung muda berbakat Bartholdi. Khayalan saya adalah, andaikan waktu itu Bartholdi adalah saya, maka saya akan nego kepada Laboulaye. Supaya patungnya tidak hanya satu, tapi dua. satu patung liberty (kebebasan) disampingnya ada patung responsiblity ( tanggung jawab). Agar dikemudian hari, orang yang melihatnya tidak hanya memaknai perayaan cita-cita kebebasan (liberty), akan tetapi juga berbarengan dengan kesadaran pemaknaan terhadap tanggung jawab (responsiblity).
Dokumentasi Kegiatan Tambahan

*Tidak ada foto dokumentasi tambahan untuk gagasan artikel ini.